Benarkah Anda yakin menderita vertigo?

Spread the love

 

Benarkah Anda yakin menderita vertigo? Sebab vertigo itu mempunyai banyak diagnosis banding, seperti :
1. disekuilibrium
2. presinkop
3. lightheadedness
4. sakit kepala migraine
5. BPPV (Benign Paroxysmal Positional Vertigo)
6. penyakit Meniere (Idiopathic Endolymphatic Hydrops)
7. neuronitis/neuritis vestibular
8. vestibular schwannoma
9. penyakit telinga sisi dalam yang diperantarai oleh system imun
10. Migrainous vertigo
11. Sindrom hiperventilasi

Kalau segi praktisnya, waktu vertigo kumat sebaiknya lakukan beberapa hal di bawah ini :
1. hentikan kesibukan sejenak, segera beristirahat.
2. minumlah air putih hangat.
3. jauhi cahaya matahari.
4. hindari menelan kudapan ringan yang memiliki kandungan keju atau coklat.
5. relaksasi atau yoga sesaat (15 – 30 menit), disertai alunan musik classic atau instumentalia.
6. jauhi polusi (asap rokok, nada bising, dll).
7. pijatlah ke-2 daun telinga.
8. lakukan senam pernafasan sekitaran 15-30 menit, gabungkan pernafasan dada serta perut. Caranya : ambillah                 napas dalam-dalam, hembuskan perlahan-lahan.
9. untuk pasien vertigo yang beragama Islam, segera ambil air wudhu, kerjakan sholat sunah minimum dua rakaat atau         membaca Alquran.

Kita kembali pada diagnosis banding diatas. Masing-masing diagnosis banding pasti mempunyai pendekatan terapi yang berlainan, sebab kedokteran itu mempunyai seni sendiri didalam perlakuannya (the Art of Medicine).

Untuk masalah BPPV, dokter juga akan mereferensikan meclizine, manuver Epley, rehabilitasi vestibular.

Untuk masalah Migrainous vertigo, dokter memberi profilaksis migren dengan agonis reseptor 5-HT1
serotonin (triptans).

Untuk masalah Vestibular neuritis, dokter meresepkan methylprednisolone.

Untuk masalah Vertigo akut, dokter juga akan meresepkan sebagian pilihan obat :
1. Kelompok benzodiazepam (diazepam, lorazepam, clonazepam).
2. Kelompok neuroleptik (domperidol/fentanyl).

Untuk masalah Vertigo kritis, dokter juga akan meresepkan sebagian pilihan obat :
1. Kelompok benzodiazepam (diazepam, lorazepam, clonazepam).
2. Kelompok antihistamin (diphenhydramine, dimenhydramine, meclizine, cyclizine, promethazine).
3. Kelompok antikolinergik (scopolamine).

Ada pula obat dengan mekanisme tindakan non-spesifik yang berpotensi untuk menangani vertigo. Umpamanya obat kelompok antagonis kalsium, seperti : flunarizine, cinnarizine, nimodipine.

Semuanya obat yang tertulis diatas mesti diperoleh dengan Resep Dokter, mengingat resikonya, dosis, reaksi dengan zat/obat beda, dll. Dibutuhkan pemahaman mengenai farmakovigilans yang mendalam untuk meyakinkan profil keamanan dan safety monitoring obat-obat diatas.

Sekian keterangan kami, mudah-mudahan bermanfaat.

Sumber:https://health.detik.com/konsultasi-umum/d-3217298/mengatasi-vertigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *